“Hei, bisakah kau tenang sedikit?”
Kata-kata itu mengiang di telingaku. Aku hanya menoleh arah suara itu. Orang itu adalah adikku Jonathan Prasetya. Dia bilang begitu karena aku daritadi bergemetar karena kesenangan. Hari ini aku akan pergi ke Inggris dimana aku akan menempuh hidup baru sekolahku disana, menyenangkan bukan?
“Jonathan, don’t you know, its our first time to go other country, and thats it England. Don’t you ever think?” kataku bersemangat
“My poor sister. Ini memang pertama kali kau keluar negeri, aku sudah pernah sekali ke sini. Ingat itu! Dan kenapa sih, aku harus pergi dengamu? Padahal ini keinginanku” kata adikku ketus
“Hey, don’t blame me, ini juga keinginanku. Lebih baik kau diam saja, adik kembar” kataku sambil menunjuk mukanya. Yah, asal kalian tahu, dia memang adik kembarku. Wajah kita sama, rambut kecuali sifat kita, 180 derajat bedanya! Dia sangat menyebalkan, aku akui dia memang pintar, tapi aku juga pintar dalam hal tertentu. Misal, menyanyi itu keahlian pertamaku dan kedua aku bisa bahasa Inggris, Perancis dan Jepang. Sekarang kami sedang berada di pesawat, sudah lama sekali kita berada di pesawat lalu transit ke pesawat lagi transit lagi dan seterusnya. Sekitar satu jam lagi kita akan sampai di London Airport.
“Hei Jon, setelah kita sampai, selanjutnya apa?” tanyaku
“Kita amakan dulu, aku lapar” jawabnya sambil mengelus perutnya. Aku hanya mengangguk mengerti dan kembali menatap jendela pesawat. Tak lama kemudian, terlihat sebuah bangunan-banguna tinggi menjulang dan banyak mobil berlalu lalang. Aku terbelalak melihatnya dan aku ingin sekali rasanya melopat dari tempat dudukku ini.
to be continued